Wednesday, July 8, 2009
PESAN UNTUK PEMUDA ISLAM
Bagaimana merealisasikan semboyan “Allah Tujuan Kami”
Ringkasan buku karangan Abdullah Nashih Ulwan.
1.Marilah sama-sama kita jadikan ayay 162-163 surah Al-An’am sebagai pegangan kita:
“162. Katakanlah: Sesungguhnya sembahyangku, ibadatku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam.
163. Tiada sekutu bagiNya; dan demikian Itulah yang diperintahkan kepadaku dan Aku adalah orang yang pertama-tama menyerahkan diri (kepada Allah)".
2. Yakinlah Syariat Allah bersifat Universal dan kekal serta petunjuk ke arah jalan keselamatan.Sedangkan konsepsi manusia kadang-kadang menyeret kita ke jurang kehancuran dan jahiliyah.Allah berfirman :
49. Dan hendaklah kamu memutuskan perkara di antara mereka menurut apa yang diturunkan Allah, dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka. dan berhati-hatilah kamu terhadap mereka, supaya mereka tidak memalingkan kamu dari sebahagian apa yang Telah diturunkan Allah kepadamu. jika mereka berpaling (dari hukum yang Telah diturunkan Allah), Maka Ketahuilah bahwa Sesungguhnya Allah menghendaki akan menimpakan mushibah kepada mereka disebabkan sebahagian dosa-dosa mereka. dan Sesungguhnya kebanyakan manusia adalah orang-orang yang fasik.
50. Apakah hukum Jahiliyah yang mereka kehendaki, dan (hukum) siapakah yang lebih baik daripada (hukum) Allah bagi orang-orang yang yakin ?(Al-Maidah 49-50)
3.Pastikanlah diri kita sentiasa mentaati perintah dan larangannya secara total sebagai tanda keimanan dan pengabdian kita kepada Allah .Dia Maha mengetahui hukum dan peraturan yang sesuai dengan kemampuan hambanya.Dia yang Maha bijaksana meletakkan sesuatu sesuai dengan posisinya yang tepat, sehingga dapat mendatangkan manfaat dan mencegah kemudharatan.Allah berfirman :
36. Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak (pula) bagi perempuan yang mukmin, apabila Allah dan rasul-Nya Telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. dan barangsiapa mendurhakai Allah dan rasul-Nya Maka sungguhlah dia Telah sesat, sesat yang nyata.
(Al-Ahzab:36)
4.Semboyan “Allah Tujuan Kami” akan terwujud apabila keredhaan Allah adalah tujuan final kita. Allah berfirman dalam surah At-Taubah ayat 62 :
62. Mereka bersumpah kepada kamu dengan (nama) Allah untuk mencari keridhaanmu, padahal Allah dan rasul-Nya Itulah yang lebih patut mereka cari keridhaannya jika mereka adalah orang-orang yang mukmin.
Rasulullah saw bersabda : “Barang siapa membuat hati manusia merasa senang dengan sesuatu yang dimurkai Allah, nescaya Dia membiarkannya menjadi beban tanggungan orang lain, dan barangsiapa yang membuat hati manusia merasa murka dengan sesuatu yang diredhai Allah, nescaya Dia mencukupi (tanggungan) orang lain.”
Semoga kita sentiasa dalam naungan Allah…
Sunday, June 28, 2009
Nur Syifa'
BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM……
Mentari pagi memancar suria ,
Ombak ganas terus menghempas pantai,
Anak-anak terus mengesak tangis
Para pejuang setia dengan pacuan pedangnya.
Hamba ini terus mengembara menuju pencipta azali
Bersyukur kita sebagai seorang hamba dikurniakan nikmat dan kasih sayangnya,
Allah dekat di hati kita dan melalui pertemuan-pertemuan ilmu malaikat sentiasa merahmati,
Apa lagi yang diiinginkan,sudah sempurna Allah kurniakan
Menjadi rencah kehidupan arus tenang dan sedikit berkocak seperti air yang tersimpan di dalam gelas.
Hari ini jari jemari ini ingin terus menari-nari sehingga menuju singgahsana abadi,Ingatanku:
1. Jadilah muslim yang merindu tuhannya….
2. Jadilah muslim yang menjadi penyeri dunia menyapa kesayuan alam
3. Sebarkan senyuman kebajikan buat saudara seiman,
4. Jadilah muslim yang lunak dan tegas meneguh nuansa iman.
5. Salam ukhwahfillah, salam perjuangan,salam buat mujahid dan mujahidah…..
6. Berdoalah semoga mardhatillah milik kita dunia dan akhirat…
Astaghfirallah , Subhanallah, Alhamdulilah ,Allahu Akbar…….
Sunday, June 14, 2009
AURA SYAHID...
Alangkah indah sekiranya kita merasakan nikmat orang yang syahid. Namun di sinilah kita ukur tahap kecintaan kita terhadap syahid di jalan Allah. Setebal mana cinta atau cita-cita menuju dan mengikut jejak langkah mereka.......Adakah kita terpilih...adakah kita berpeluang ..........adakah kita punyai tekad .....................adakah ruh kita hadir membayangkan syurga atau sebaliknya tanyalah diri kita masing-masing.
Mungkin tuntas dan lunak berbicara dan mengatakannya tetapi realitinya apa yang telah kita perbuat.Kadang-kadang kita bermimpi kita dah temui jalan-jalan yang lurus , tetapi kita leka sebenarnya... Sedarlah nikmat Islam dan kebenaran akan ditarik Allah pada bila-bila masa dan saat bergantung di atas kuasa dan kehendaknya.Bila merenung hadis Arbain ke 4 membuatkan kita berfikir tak semestinya yang mendapat petunjuk saat ini akan beroleh syurga setelah meninggal dan yang jahil di kala ini akan ke neraka, tetapi sejauh manakah kita menyelusurinya dengan usaha menambah kebaikan semaksima mungkin mencari redha Allah.
Ungkapan mereka telah pergi..................sering berganti.... entah bila kita pula akan menjejakinya.....Hari berganti hari para ulama’ pergi meninggalkan kita dan pejuang yang benar ikhlas menyambut panggilan kekasihnya.Tak bergetarkah di hati kita nyawa amatlah dekat.............manakala dosa-dosa lalu menggunung tinggi, kewajipan-kewajipan dikhianati... bayangkanlah sedang kita menaip atau apa saja yang sedang kita lakukan tiba-tiba apabila kita sedar kita berada di alam lain. Pasti takut kan seandainya kita tiada bekalan.
Saya menulis bukanlah untuk mematahkan semangat yang lain, tetapi mengharapkan dapat memberi semangat kita perlu terbang segera,kita perlu mengemudi segera,waktu itu sungguh pantas.Usia dunia ini juga semakin tua seandainya kita masih ragu-ragu dengan janji Allah pasti tak enak hidup ini , tetapi alangkah baiknya sekiranya kita adalah seorang pengembara yang cuma singgah sebentar di sesuatu tempat dan akan kembali ke tempat asalnya, pasti bekalan yang akan kita persiapkan.
Dalam dunia global hari ini, penguasaan skill dan power starategi perlu kita gagaskan supaya kita dapat menjadi penyelamat atau super laeader yang seimbang (tawazhun) yang ada dinamika dan bercita-cita dan bercitarasa tinggi bukan cemerlang di dunia semata bahkan sukses dan hebat di Akhirat menemui kekasih abadi.
Kesimpulannya. Aura syahid membuatkan manusia yang tidak buta hatinya tetapi akan terus terbangun dan bangkit menggerak dan mengkoordinatkan siyasah dunia dengan pancaindera dan imannya agar menjadi sebuah kapal yang rapi untuk belayar ke dunia yang abadi dengan selamat, dan aman.....................................
Ku menjejaki Mereka yang telah pergi.....................bertemu kekasihnya yang abadi.
.
Monday, June 1, 2009
TINTA SYUHADA'
Mulailah dengan tekad bahwa kita tidak akan mundur menghadapi cabaran dan tidak akan cemas menghadapi gangguan fizikal dan mental
Pasakkan kesetiaan kita pada jalan perjuangan ini, walau apapun terjadi kita tidak akan menyimpang….
Serahkanlah segala pengorbanan kita , dikala lapang atau sempit, susah atau senang dan curahkan tanpa merasa keberatan….
Janganlah ragu,teruskan keyakinan dan ilmu di jalan perjuangan ini semoga kefahaman islam yang mendalam dapat dimiliki….
Junjung tinggi ideologi Islam yang diperjuangkan dengan penuh keyakinan dan kesungguhan agar redha Ilahi yang dinikmati…
Inilah curahan As-Syahid Hasan Al-Banna kepada pendakwah agar ruh Islam dan semangat menyeru manusia kepada Islam berada di landasan yang lurus……
Segala kekuasaan milik Allah kita hanya mampu berusaha , berdoa dan bertawakal.Moga hati-hati kita terpaut dengan kebaikan setiap saat….
Jadilah Insan yang Paling Bahagia di Dunia dan Akhirat.
Wallahua’lam
Monday, May 25, 2009
INTIMA' KEPADA ISLAM
Ikhwati fillah
Jika kita perhatikan perjalanan hidup kita ,kita akan menemukan bahwa Allah telah memberikan kita nikmat dan kurnia yang tidak terhingga kepada kita.Dimulai ketika lahir dalam keluarga muslim dan hingga sekarang Allah masih memberikan kita nikmat iman dan Islam.Berapa banyak manusia yang lahir dalam lingkungan keluarga non muslim hingga dewasa ,bahkan sampai ajal menjemput.Mereka tetap tidak mendapatkan atau menjaga fitrah penciptaannya, yaitu Islam seperti disebutkan dalam hadits, yaitu “kullu mauluudin yuuladu ‘alal fitrah” (tiap bayi dilahirkan atas fitrah Islam).Bukankah ini kurnia besar yang patut kita syukuri?Allah mencela dan mengancam orang yang tidak mensyukuri nikmat dengan siksa yang pedih nanti di akhirat.
Dan ingatlah juga,tatkala Tuhanmu memaklumkan :”Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti kami akasn menambah nikmat kepadamu, dan jika kamu mengingkari nikmat-ku,Maka sesungguhnya azabku sangat pedih”(Ibrahuim,/14:7)
Kelimpahan nikmat dan kebaikan yang Allah berikan kepada manusia disebutkan dalam beberapa ayat, diantaranya:
Maha suci Allah di tangan-Nyalah segala kerajaan, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.(Al-Mulk/67:1)
Al-Quran mengungkapkan kelimpahan kebaikan Allah dengan ungkapan “tabaarak” yang artinya adalah Maha Pemberi kebaikan yang berlimpah dan tak terhingga.Pengertian ini dapat kita lihat di ayat lain yang menyebutkan:
Dan jika kalian menghitung nikmat Allah ,kalian tidak akan dapat menghitungnya (Ibrahim/14:34)
Hal ini cukup untuk menjadi alasan peribadi bagi seorang muslim untuk bersyukur dan membela Islam .Dalam tinjauan yang lebih luas lagi, Islam bukan hanya agama peribadi ,tetapi juga sebuah arus dan ideologi yang harus diperjuangkan agar nilai-nilainya tersebar dan berjalan di muka bumi ini.Untuk tujuan itu ,maka intima’ atau berafiliasi kepada Islam dan perjuangan dakwah Islam menjadi suatu keharusdan dan wujud dari rasa syukur manusia kepada Allah.
Islam adalah ideologi dan risalah Allah yang harus sampai kepada seluruh manusia atau menjadi rahmat bagi semesta.Tugas besar ini memerlukan orang-orang memiliki komitmen dan loyalitas serta keterikatan yang kuat kepada Islam.Pembelaan dan berpihak kepada Islam merupakan wujud intima’ kita kepada Islam dan gerakan dakwah.Ekspresi kesyukuran kita atas semua nikmat ini harus benar-benar wujud.
Intima’ kepada Islam bukan berarti mengungkung manusia, mengikat manusia dan merasa tidak mergdeka.Sisi lain dari pemahaman intima’ yang dapat diwujudkan adalah seperti yang dikatakan Imam Syafi’i dalam suatu syairnya:
Orang yang merdeka adalah oerang menjaga (merawat) kasih sayang (ukhwah) yang hanya sebentar atau orang yang berafiliasi kepada orang yang telah memberikan manfaat walaupun hanya satu kata.
Dakwah dan Tarbiyah telah memberikan sesuatu yang banyak kepada kiat.Kita bukan hanya menerima ukhwah sesaat dari ikhwah lainnya, bahkan bertahun-tahun kita menjalin ukhwah.Ilmu dan nilai yang bermanfaat buat kehidupan telah banyak kita dapatkan dari murabbi kita, dan juga dari qiyadah.Jika kita telah banyak berhutang kepada dakwah dan pelaku dakwah itu sendiri ,apatah lagi kepada Allah ,sumber segala kebaikan.
Dengan banyaknya kebaikan yang kita dapat dari dakwah dan tarbiyah,maka kita belumn dapat dikatakan merdeka jika kita tidak dapat berterima kasih kepada para dai dan pembimbing kita yang telah menunaikan hak ukhwah kepada kita.Bukan hanya “lahzhah”beberapa minit,tetapi bertahun-tahun kita merasakan kebaikan ukhwah tersebut.
Manfaat yang kita dapat tidak dapat diungkapkan banyaknya, jadi tanpa ragu-ragu kita harus memberikan segala komitmen kita kepada dakwah dan gerakandakwah ini sebagai bukti intima’ kita kepada Islam. Dengan meneruskan misi dakwah semoga kita dapat terus berintima’ kepada Islam dan bersama-sama melakukan amal jama’i.
Jika nikmat Islam kita syukuri dengan wala’ kepada Allah,Rasul dan pemimpin Islam, maka nikmat berukhwah dapat kita syukuri dengan sentiasa memberikan komitmen kepada gerakan dakwah dalam kerja dan ketaatan kepada perjalanan dan proses dakwah.wallahhu a’lam
Wednesday, May 13, 2009
Sharing And Giving
Alhamdulillah.Hari ini nyawa kita masih lagi berdenyut dan masih bernafas.Namun nafas dan hayat dunia hari ini semakin sesak, berkecamuk seolah-olah setiap yang berlaku ada onar dan ada perancangan.Bermula di sekitar lingkungan kita seterusnya berkembang di serata tempat ,negara mahupun dunia ini. Sungguh hebat kekuasaan Allah.
Pertama saya mengajak kalian agar meletakkan segala sesuatu itu punyai kewajiban ke atas diri sendiri dan orang lain.Dari upaya diri yang terorganisir dengan kawalan hidup yang mengarah ke satu matlamat yang pasti serta mencari sesuatu yang abadi akan tercetus di fikiran dan prilaku yang indah dan cantik. Manusia boleh memperlakukan apa saja di dunia ini, tetapi samada berakibat baik atau tidak.Jiwa dan hati “control system” yang saya rasa paling inti bagi setiap manusia, jadi didiklah jiwa dengan input-input yang bersumber dari pokok setiap ketinggian dalam hidup ini iaitu “niat” biar dari manapun keadaan dan latar belakang sebelumnya segala perlakuan pada hari berikutnya iaitu hari esok lebih baik dari hari ini.
Percayalah kalian pencerahan dan i’tiqad kebersihan jiwa ini pasti mengundang “two power” kekuatan bersosialisasi di dunia dan seterusnya kekuatan yang menjurus diri mengejar kebahagiaan hakiki.Bagi merebut ini kita semua berhijrahlah dari segala sikap yang negatif kepada positif atau tanamkan mahmudah di hati dan hilangkan mazmumah yang merajai. Semoga diriku dan semua selamat mengharungi cabaran dan dugaan dengan terus bermujahadah.
Cita-cita atau berjiwa besar harus kita didik dan kita kongsikan bersama –sama sahabat supaya kita dapat menjalani ini hidup ini dengan matlamat dan fokus yang jelas. Sedarlah kita perlu terus laju bergerak dan memacu kedepan agar apa yang kita usahakan membuahkan hasil.Contohnya kita terus menyebarkan nasihat-nasihat kepada sahabat yang mungkin terlupa ,walaupun tidak diendahkan namun usaha dan harapan ke arah kebaikan telah disampaikan. Mudah-mudahan hikmah yang tiba.Kesimpulannya teruskan beramal walau sedikit.Hanya Allah yang menilai perbuatan itu.
Akhirnya dalam diri manusia ini telah diketahui satu kejadian yang sangat unik yang harus kita hargai penciptaannya.Jadilah seorang yang sentiasa berada di bawah payung lindungan Allah.Mudah-mudahan kita terus menang dan beroleh kenikmatan abadi . Satu kata yang dapat saya kongsikan yaitu:تقوى
Tawadhu’+Qanaah+Wiqayah+yakin.
Walaupun kata ini simple tapi seandainya kita dalami dan fahami sebenarnya satu dasar yang menjuruskan kita sentiasa terpandu dalam kehidupan.Walaupun ianya satu kata ,saya harapkan sahabat-sahabat mendapat manfaat dan semangat …
………SEBARKAN DAKWAH DAN TERUSKAN PERJUANGAN ISLAM………
ISLAM FOR ALL
Thursday, May 7, 2009
MUSLIHUN HARAKIYYUN
Oleh :Us Haji Harun Taib
Mereka memahami bahawa Islam satu cara hidup yang membawa kesejahteraan kepada manusia. Islam pembebas ummah daripada memperhambakan diri kepada yang lain daripada Allah.
Mereka ini berhempas pulas berusaha untuk mengajak ummah kembali menghayati syariatNya di samping mengajak ummah manusia seluruhnya menganut agama Islam. Keterlibatan mereka di dalam kerja-kerja Islam sangat kelihatan. Begitu juga dalam kancah politik tanahair tidak dapat dinafikan lagi.
Mereka memberi kesedaran betapa perlunya ummah Islam membebaskan diri dari belenggu penjajahan politik, ekonomi, pemikiran dan lain-lain lagi.
Hampir keseluruhan negara ummah Islam mencapai kemerdekaan melalui usaha-usaha mereka yang gigih itu, namun demikian usaha mereka untuk menjadikan ummah Islam menghayati syariatnya dalam semua aspek belum mendapat kejayaan. Ini adalah disebabkan kerana negara-negara ummah Islam meminggirkan para ulama daripada pentadbiran dan pemerintahan negara selepas mencapai kemerdekaan. Akhirnya mereka menjadi musuh buruan oleh pemerintah yang juga mengaku ianya Islam. Atas nama Islam mereka ditangkap, dipenjara dan berbagai-bagai lagi.
Siapa sahaja yang ingin melaksanakan Islam – yang hendak menerangkan Islam seperti mana yang dilaksana dan diterangkan oleh al-Quran dan as-Sunnah, pasti akan mendapat tentangan daripada kerajaan warisan itu. Justeru itu para alim ulama hari ini haruslah memahami betul-betul sabda junjungan kita SAW yang maksudnya:
“Bandingan orang yang tegak lurus di atas landasan syariat dengan orang yang melanggarnya, saling tak tumpah seperti suatu kumpulan yang sama-sama memberi saham di dalam membeli/menaiki sebuah bahtera.
Satu golongan mendapat di bahagian bawah dan satu golongan lagi mendapat di bahagian atas. Kumpulan yang berada di bahagian bawah apabila menghendaki air terpaksa menaiki tingkat atas dan menyusahkan kawan-kawan mereka. Lalu mereka berfikir sekiranya behagian mereka di sebelah bawah ditembuskan senanglah mereka mendapat air (tidak payah ketingkat atas lagi) kalau sekiranya kehendak mereka dibiarkan terlaksana nanti semua mereka akan mati, tetapi sebaliknya kalau kehendak mereka itu disekat semua orang akan selamat”.
Betapa jelasnya hadith ini menerangkan kepada kita kalau sekiranya golongan perosak itu dibiarkan berkuasa sudah tentu agama kita dimusnahkan dan negara kita akan dihancurkan. Jalan selamat ialah para alim ulama haruslah bersatu menggembelingkan tenaga dan fikiran untuk menangani masalah politik tanahair. Mungkin orang akan mempersoalkan ‘apakah yang boleh dilakukan oleh para ulama’? Banyak sekali kerja yang boleh dilakukan oleh para ulama’ di dalam menangani keadaan yang ada sekarang ini. Antara lain:
1. Bertindak menjelaskan Islam dari semua sudut dan aspek kepada semua lapisan masyarakat
2. Mengadakan perbandingan yang rapi dan terperinci antara Islam dan bukan Islam dalam semua aspek seperti ekonomi, undang-undang, politik, pentadbiran dan sebagainya
3. Menghapuskan segala kekeliruan yang diperlakukan kepada Islam
4. Mentarbiah dan mendidik orang-orang Islam supaya benar-benar mengerti Islam dan perjuangan untuk menegakkan Islam
5. Menyusun rapi segala tenaga yang telah dididik supaya semuanya berfungsi dan berperanan
6. Menjadi bintang kepada Islam untuk menghadapi segala cabaran golongan taghut dan seterusnya mengundurkan golongan tersebut dari kerusi masing-masing melalui cara-cara yang dihalalkan oleh undang-undang.
7. Melibatkan diri dalam semua kegiatan kemasyarakatan dan politik tanahair